Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 19 Maret 2015

Agia, Asisten Dosen Termuda di UIN Bandung

21.02
Status Mahasiswa bukan tidak mungkin bisa menjadi Asisten Dosen atau asdos. Jenjang pendidikan untuk seorang asdos di UIN Sunan Gunung Djati Bandung minimal menyakui gelar S1. Lain halnya Agia, pria berambut ikal berbadan tinggi ini ditunjuk sebagai asdos matakuliah Bahasa Inggris.
Di akhir semester III nya, mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas FISIP UIN Bandung ini sudah mengajar layaknya asdos pada umumnya.

Mahasiswa yang bernama lengkap Agia Aprilian mulai mengajar sejak bulan Oktober tahun kemarin. Kurang lebih selama 2 bulan, jebolan SMA Husainiah ini mengisi 2 kelas yang berbeda, yaitu kelas 3A dan 3B. Dalam pemaparannya saat wawancara, Dosen matakuliah Bahasa Inggris, bapak Ali Noerdin, sedang ada keperluan ke Jerman, sehingga membutuhkan penggantinya di kampus.

Agia bukan sembarang menerima tawaran pengganti. Awalnya ketika ditawari posisi asdos, pembuat desain baju preorder menolak dengan alasan malas.  “Tapi karena saya direkomendasikan oleh teman kelas, akhirnya Pa Ali Noerdin juga tetep maksa saya untuk ganti ngajar. Ya terpaksa saya ngajar,” tutur pria kelahiran Bandung 7 April 1992 ini.

Saat ditanya bagaimana perasaan saat pertama kali menjadi asdos, Agia memaparkan kalo dia benar-benar grogi dan tidak percaya diri. Bagi dia, berdiri dan menjelaskan materi dihadapan 30 temannya bagaikan berpidato dihadapan Presiden. 

“Malu, grogi, ga PD, soalnya saya ngajar temen saya juga. Maklum saya ini hobinya juga tidur, ga terbiasa ngomong depan banyak orang,” ungkapnya sembari tertawa kecil. 

Ditambahkannya, ketika mengajar, buku sosiologi yang dalamnya bahasa inggris menjadi pedoman ia mengajar. “Saya jelasin aja buku itu pake bahasa Indonesia, ceritanya mentranslet ,” katanya.

Masa pengabdian saat pesantren di SMA membuat penyuka film barat ini memiliki sedikit skill mengajar. Walau itu tidak seberapa,  Agia tetap menyeimbangkannya dengan berlatih dan banyak membaca buku.
 “Basic Inggris saya dari lagu dan film-film, kadang juga baca-baca wacana bahasa Inggris,” jelasnya.